Kelezatan Lodho Tongkol di Warung Ayam

Wisata-di-Yogyakarta-239Kuliner Indonesia – Benar sebutan Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia. Selain mahasiswa yang datang dari berbagai kota di Indonesia, kuliner dari seluruh penjuru Nusantara juga ada di kota istimewa ini. Salah satunya Lodho Ayam dari Trenggalek, Jawa Timur.

Awalnya, masakan ini disajikan untuk hajatan penting di Trenggalek. Lalu, seiring berjalannya waktu, masakan ini menjadi bagian dari hidangan yang dijual di warung-warung di Trenggalek. “Dan yang paling terkenal Lodho Ayam Pak Yusup,” kata Yogi Suryawan, pemilik warung lodho ayam di Yogyakarta.

Keistimewaan masakan ini terletak pada kuah santan pedas dan aroma daging ikan atau ayam asap yang kuat. Selain itu ada berbagai macam sayuran seperti trancam dan urap. “Lebih enak lagi kalau dimakan dengan nasi gurih,” kata Yogi. Nasi gurih ini memiliki citarasa mirip nasi uduk, namun lebih kering dan ada tambahan remahan-remahan kentang goreng yang diiris tipis berwarna coklat tua.

Proses memasak lodho ayam ini cukup lama. Sekitar 12 jam. Pertama, ayam kampung atau ikan diasap  menggunakan tempurung dan serabut kelapa. Lalu, dicampur kuah santan dan dibiarkan sampai bumbu meresap. Menurutnya, proses memasak kuah lodho di Trenggalek tetap memanfaatkan api dari kayu. “Kalau yang ada disini dari kompor,” kata Yogi.

Selain masyarakat Trenggalek yang tinggal di Yogyakarta, ada beberapa turis asing yang pernah datang. “Sayangnya, makanannya tidak habis,” kata Yogi. “Mungkin karena lidah mereka sensitif dengan rasa pedas.” Padahal, lodho di Trenggalek jauh lebih pedas.

Tim Gudeg.net memilih untuk mencoba lodho tongkol. Lodho ini berisi potongan ikan tongkol dengan daging berwarna kemerahan. Besarnya seukuran telapak tangan. Begitu digigit bagian dalam dagingnya langsung terkoyak. Selain lembut, daging ini juga terasa segar. “Kalau asli dari Trenggalek pakai daging ayam,” kata Yogi. Ia menambahkan pilihan untuk membakar ikan dan ayam karena berdasarkan resep asli. “Selain itu pengasapan bisa sebagai formalin alami agar daging lebih awet.”

Warung yang berdiri sejak tahun 2006 ini benar-benar ingin menyuguhkan kuliner Trenggalek. “Termasuk bentuk bangunannya,” kata Yogi. Sambil menunjuk pintu masuk ia mengatakan warung di Trenggalek selalu memiliki dua pintu, dindingnya dibiarkan setengah terbuka dan  dipenuhi potongan-potongan batang bambu. “Ini seperti ruang terbuka,”katanya. “Biar terasa lebih lapang juga.”

Yogi bercita-cita warungnya bisa menjadi bagian penting dari kuliner Nusantara. “Biar lokal, rasanya internasional,” katanya sambil tersenyum.

Harga:
Lodho tongkol + nasi gurih = Rp. 11.500

Sumber : gudeg.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s